Senin, 05 November 2012


PERHITUNGAN PERSEDIAAN METODE HARGA ECERAN ( RETAIL INVENTORY METHOD)
Metode harga eceran yaitu didasarkan pada konsep adanya hubungan yang dekat dan konstan antara harga perolehan barang dengan harga jualnya.
Langkah- langkah menentukan nilai persediaan:
a.       Menetapkan harga eceran
b.      Menetapkan perbandingan antara harga perolehan barang yang tersedia untuk dijual dengan harga ecerannya.
c.       Menetapkan persediaan akhir menurut harga eceran, yaitu barang yang tersedian untuk dijual menurut harga eceran dikurangi penjualan.
d.      Menetapkan nilai persediaan berdasarkan prosentase rasio harga perolehan terhadap harga eceran.
Contoh:
PD. Jaya Pura mempunyai catatan sebagai berikut:
                                                                                                        Harga perolehan              Harga eceraran
Persediaan awal                                                            Rp. 6.500.000,00               Rp. 8.500.000,00
Pembelian                                                                     Rp. 53.500.000,00             Rp. 71.500.000,00
Penjualan selama bulan Desember                                             -                              Rp. 62.000.000,00
Tentukan nilai persediaan tanggal 31 Desember 2010

                                                                                                        Harga perolehan              Harga eceraran
Persediaan awal                                                            Rp. 6.500.000,00               Rp. 8.500.000,00
Pembelian                                                                     Rp. 53.500.000,00             Rp. 71.500.000,00
Barang yang tersedian untuk dijual                                  Rp. 60.000.000,00         Rp. 80.000.000,00 
Ratio harga perolehan terhadap harga eceran:
                       Rp. 60.000.000,00             x 100 % = 75 %
                       Rp. 80.000.000,00
Penjualan
Persediaan akhir ( menurut harga eceran )                                                                Rp. 62.000.000,00
Persediaan akhir menurut harga perolehan                                                                Rp. 18.000.000,00
=75 % x Rp. 18.000.000,00 = Rp. 13.500.000,00
          











PERHITUNGAN PERSEDIAAN METODE PENILAIAN SECARA TAKSIRAN
Metode ini digunakan jika:
a.       Tidak ada data yang lengakap mengenai persediaan, catatan perpectual, dan sebagainya.
b.      Terjadi kebakaran atau musibah lain yang menyulitkan untuk menentukan nilai persediaan secara tepat, sehingga perlu adanya taksiran yang mendekati kenyataan.
c.       Untuk menentukan keadaan persediaan secara berkala ( setiap minggu atau setiap bulan ).


PERHITUNGAN PERSEDIAAN METODE RATA- RATA TERTIMBANG
Rata- rata tertimbang yaitu suatu metode perhitungan persediaan dengan menilai menurut harga rata- rata dari jumlah barang yang diperoleh.
Rata- rata tertimbang:
( jumlah pembelian x harga beli dari seluruh pembelian ) : jumlah kuantitas pembelian
Contoh:
PD. Surya Emas, selama bulan Maret 2010 mempunyai catatan tentang persediaan barang dagangan
1 Maret 2010, persediaan 30 kwintal @ Rp. 50.000,00
5 Maret 2010, pembelian 40 kwintal @ Rp. 47.500,00
10 Maret 2010, pembelian 50 kwintal @ Rp. 52.000,00
15 Maret 2010, pembelian 30 kwintal @ Rp. 55.000,00
20 Maret 2010, pembelian 60 kwintal @ Rp. 53.000,00
Berdasarkan inventaris secara fisik, persediaan pada tanggal 31 Maret 2010 sebanyak 25 kwintal.
penyelesaian metode rata- rata tertimbang
( jumlah pembelian x harga beli dari seluruh pembelian ) : jumlah kuantitas pembelian
                   30 x Rp. 50.000,00 = Rp. 1.500.000,00
                   40 x Rp. 47.500,00 = Rp. 1.900.000,00
                   50 x Rp. 52.000,00 = Rp.2.600.000,00
                   30 x Rp. 55.000,00 = Rp. 1.650.000,00
                   60 x Rp. 53.000,00= Rp. 3.180.000,00
                           Rp. 257.500,00 = Rp. 10.830.000,00
                   (Rp. 10.830.000,00 x Rp. 257.500,00) : 210 = Rp. 13.279.642.872

PERHITUNGAN PERSEDIAAN METODE RATA- RATA HARGA BELI
a.       Rata- rata harga beli: 
harga per unit :  berapa kali membeli  x  jumlah persediaan.
Contoh:
PD. Surya Emas, selama bulan Maret 2010 mempunyai catatan tentang persediaan barang dagangan
1 Maret 2010, persediaan 30 kwintal @ Rp. 50.000,00
5 Maret 2010, pembelian 40 kwintal @ Rp. 47.500,00
10 Maret 2010, pembelian 50 kwintal @ Rp. 52.000,00
15 Maret 2010, pembelian 30 kwintal @ Rp. 55.000,00
20 Maret 2010, pembelian 60 kwintal @ Rp. 53.000,00
Berdasarkan inventaris secara fisik, persediaan pada tanggal 31 Maret 2010 sebanyak 25 kwintal.
penyelesaian metode rata- rata harga beli
harga per unit : beraapa kali membeli x jumlah persediaan
Rp. 257.500,00 : 5 x 25 = Rp. 1.287.500,00