Senin, 05 November 2012


PERPECTUAL FIFO
SOAL:
PT. Permata yang menggunakan sistem perpectual dalam pencatatan persediaan barang
pada bulan Maret 2010 mempunyai data sebagai berikut:
1 Maret persediaan 4.000 @800
4 Maret pembelian 3.000 @ 850
7 Maret penjualan 5.000
13 Maret pembelian 4.000 @ 875
19 Maret penjualan 5.000
22 Maret pembelian 2.000 @900
26 Maret penjualan 2.500
30 Maret pembelian 5.000 @ 850
MASUK
KELUAR
PERSEDIAAN
TANGGAL
UNIT
HRG/ UNIT
JMLH
UNIT
HRG/ UNIT
JMLH
UNIT
HRG/ UNIT
JMLH
2010










MAR
1






4.000
800
3.200.000
MAR
4
3.000
850
2.550.000



4.000
800
3.200.000








3.000
850
2.550.000
MAR
7



4.000
800
3.200.000








1.000
850
850.000
2.000
850
1.700.000
MAR
13
4.000
875
3.500.000



2.000
850
1.700.000








4.000
875
3.500.000
MAR
19



2.000
850
1.700.000








3.000
875
2.625.000
1.000
875
875.000
MAR
22
2.000
900
1.800.000



1.000
875
875.000








2.000
900
1.800.000
MAR
26



1.000
875
875.000








   1.500
900
1.350.000
500
900
450.000
MAR
30
5.000
850
4.250.000



500
900
450.000








5.000
850
4.250.000

PERHITUNGAN PERSEDIAAN TANDA PENGENAL KHUSUS
Yaitu member tanda- tanda khusus yang sama untuk setiap barang harga perolehannya sama. Sehingga pada waktu mengadakan inventarisasi dikelompokan menurut tandanya kemudian dihitung jumlahnya.
Contoh:
PT. Jayakarta mencatat barang dagang selama bulan Juli 2010:
1 Juli 2010 pesediaan 2.500 unit @ Rp. 1.500,00
4 Juli 2010 pembelian 4.000 unit @ Rp. 1.600,00
8 Juli 2010 pembelian 5.000 unit @ Rp.1.650,00
15 Juli 2010 pembelian 6.000 unit @ Rp. 1.550,00
20 Juli 2010 pembelian 3.000 unit @ Rp. 1.650,00
25 Juli 2010 pembelian 2.500 unit @ Rp. 1.700,00
30 Juli 2010 pembelian 5.000 unit @ Rp. 1.600,00
Berdasarkan inventaris phisik persediaan barang dagang pada tanggal 31 Juli 2010 sebanyak 8.000 unit . hitung nilai persediaan barang tersebut dengan metode tanda pengenal khusus.
Penyelesaian:
Metode pengenal khusus
Dalam hal ini diketahui bahwa 50% dari persediaan tersebut berasal dari pembelian tanggal 30 Juli 2010, 20% dari pembelian tanggal 25 Juli 2010 dan selebihnya dari pembelian tanggal 15 Juli 2010.
4.000 X Rp. 1.600,00 = Rp. 6.400.000,00
1.600 X Rp. 1700,00 = Rp. 2.720.000,00
2.400 X Rp. 1.550,00 = Rp. 3.720.000,00
                                            Rp. 12.840.000,00

PERHITUNGAN PERSEDIAAN METODE LABA KOTOR
Contoh:
PT. Kerinci mempunyai data sebagai berikut:
Persediaan awal               Rp. 40.000,00
Pembelian                          Rp. 120.000,00
Penjualan bersih              Rp. 200.000,00
Penyelesaian
Penjualan bersih                                                              Rp. 200.000,00
(1). Kurangi taksiran laba kotor
                (30% x Rp. 200.000,00 )                                                  Rp. 60.000,00
       Taksiran harga pokok penjualan                                         Rp. 140.000,00
       Persediaan awal                                                                        Rp. 40.000,00
      Pembelian                                                                                    Rp. 120.000,00
(2). Harga perolehan barang tersedian dijual                       Rp. 160.000,00
      Kurangi : taksiran harga pokok penjualan                        Rp. 140.000,00
      Taksiran harga perolehan persediaan akhir                    Rp. 20.000,00